Minggu, 07 Oktober 2012

Secarik kertas untuk Tuhan


Sabtu ini, seperti hari sabtu pada minggu-minggu sebelumnya, kami berkumpul untuk beribadah. Malam itu, ibadah dibuka dengan satu pertanyaan yang jawabannya harus ditulis pada kertas yang telah dibagikan : “Siapakah Tuhan bagi kamu ?”

Akhirnya pertanyaan itu datang juga. Terakhir aku lihat adegan seperti ini pada film ‘Tanda Tanya’ yang aku dapat gratisan dari warnet. Jujur saja, bagiku, pertanyaan ini seperti kuis dadakan yang diadakan di awal semester. Datang tiba-tiba, dan menjadi momok bagi mahasiswa yang jarang belajar waktu libur semester. Pertanyaan pembuka itu memang bukan momok sebenarnya, namun lebih seperti listrik yang tanpa sengaja kau sentuh dengan tangan basah.

Kembali ke pertanyaan tadi : “Siapakah Tuhan bagi kamu ? “. Tentunya jawaban apapun yang diberikan nanti, jawaban tersebut merupakan gambaran mengenai relasi antara si-penulis jawaban dengan Tuhan personalnya. Jadi, kira-kira jawaban apa yang layak kuberikan untuk-Nya ?

Tiga menit berlalu. Aku masih belum menulis apa-apa. Jawaban untuk pertanyaan ini memerlukan perenungan mendalam, dan waktu yang diberikan seharusnya bukan lima menit, setidaknya untuk jenis soal seperti ini, perlu waktu satu jam atau lebih. Satu bagian sulit yang tersirat dalam pertanyaan ini adalah : “Mendeskripsikan relasi antara dua level yang berbeda: Tuhan dan manusia”

Cukup sulit memang, untuk mendeskripsikan relasi keduanya. Tuhan berada pada level noumenal atau level of true nature. Sedangkan manusia berada dalam level fenomenal, satu level diamana kita hidup dalam realitas. Kedua level itu seolah berbeda, namun saling terhubung satu sama lain. Dan “relasi” itu yang tak mampu untuk kudeskripsikan. Mungkin bukan tak mampu, namun lebih kepada belum mampu untuk dideskripsikan

Sebagai “cangkang” aku hanya dapat memberikan jawaban sementara, gabungan pendapat Einstein dan pendapat pribadiku : “Tuhan adalah substansi tak terbatas. Pencipta kosmos beserta segala isinya, yang menciptakan segalanya sesuai dengan cetak biru-Nya”. Dan untuk jawaban sebenarnya, jujur sajaaku juga masih mencarinya.
           


- Greal -
Sumber gambar : Jepretan sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar