| Homo Homini Lupus : Man is a wolf to [his fellow] man |
Masih ingat pelajaran IPA waktu SD dulu ? dulu,
materi pelajaran IPA salah satu materinya meliputi kontruksi teknologi modern
yang diadaptasi dari Alam.
Seperti binatang, dan beberapa spesies tumbuhan. Adaptasi konstruksi dari binatang misalnya, fondasi jembatan meniru rangka kaki ayam,
pesawat terbang meniru rangka burung, dan masih banyak lagi
Setingkat lebih modern- Pada tahun 1935, Percy Shaw
menciptakan reflector yang digunakan untuk menandari margin jalan, penemuan
Percy Shaw ini terinspirasi dari tapetum
lucidum yang sering ditemui pada sel reflector
di mata kucing. Dalam buku pelajaran kewarga negaraan kita sering menemukan
kalimat “bekerjasama seperti semut”. Ketika pelajaran agama pun kita
banyak belajar dari alam seperti perumpamaan seorang penabur, pohon ara di
tengah ladang anggur, pokok anggur dan carangnya, serta masih banyak lagi perumpamaan yang
terinspirasi dari alam
Sekarang kita lihat karya alam yang menginspirasi temuan modern
lainnya, Internet (interconnected
networking ) dan jejaring sosial misalnya. Dapat kita lihat jika sistem
kerja internet dapat digambarkan menyerupai jaring laba-laba, satu titik
berangkaian dengan titik yang lain. Satu individu dihubungkan dengan individu
yang lain. Jaring-jaring tak tampak ini meruntuhkan batasan-batasan informasi
antar individu (tak terasa kita sudah meninggalkan era surat-menyurat) membuai
kita dalam kemudahan berkomunikasi. Sekali lagi alam menginspirasi temuan modern
![]() |
| Kadang kita lupa kalau kita itu satu dengan alam. Kita ada, karena mereka juga ada... |
***
Semua temuan itu sejatinya telah lama ada. Waktu yang mempertemukan
antara manusia dan temuan itu hingga
terjadilah “penciptaan”
Newton dan gravitasi misalnya. Jutaan lebih apel telah
jatuh jauh sebelum Newton lahir. Hukum gravitasi telah terjadi jauh sebelum
Newton ada. Gravitasi adalah hukum terbesar
semesta, jauh sebelum Newton menemukannya. Gravitasi, satu
dari ratusan temuan besar lainnya. Temuan yang sejatinya telah ada. Manusia tentu bangga atas temuan mereka itu
Kesimpulan yang dapat saya tarik dari semua itu mungkin begini
: “Perlukah manusia berbangga atas apa yang mereka rasa ‘baru’?”
![]() |
| Virus itu ... manusia. Mereka belum sadar ... |
***
Dalam dunia sains, manusia
bukan makhluk pertama yang menempati bumi. Manusia
ada setelah melewati rangkaian evolusi yang panjang. Jutaan makhluk hidup sudah
menempati bumi jauh sebelum manusia menguasainya. Kehidupan berlangsung dengan
baik jauh sebelum manusia ada. Bumi terus berevolusi, hingga tercipta banyak
spesies baru termasuk manusia di dalamnya.
Relasi antara manusia dan
mahluk hidup di bumi itu, dapat diumpamakan seperti Negara Api dan ketiga negara lainnya dalam Film Avatar (film animasi Amerika
yang ditayangkan oleh Nickelodeon). Coba
perhatikan prolog film Avatar berikut:
“Semua berjalan dengan harmoni, hingga suatu ketika
semua berubah saat negara api mulai menyerang”
Mirip bukan dengan kondisi bumi saat ini? Coba ganti
kata “Negara api” dengan “manusia”. Maka kita akan menemukan realita. Satu realita dimana manusia menjadi virus mematikan bagi
bumi dan semua mahluk di dalamnya.
Tidak cukup dengan merasa sombong atas apa yang
mereka rasa “baru” temukan, manusia mulai merasa derajatnya lebih tinggi dari mahluk yang telah menempati bumi jauh sebelum mereka diam di dalamnya.
Puas menaklukan kingdom
plantae, manusia beranjak ke kingdom
animalia. Setelah itu manusia
mulai menyerang sesamanya. Dengan broca
area dalam otak mereka, manusia mulai dapat mengungkapkan ide-ide gila
untuk menguasai bumi.
Mereka menciptakan sekat bernama “ras” untuk
membedakan satu kelompok dengan kelompok lain. Cukup? Saya rasa belum, mereka menciptakan sekat lagi dengan nama “agama” beserta segala aturan di dalamnya.
![]() |
| Kelak ketika warna primer bumi bukan lagi hijau, mereka baru sadar ... dan mulai berfikir atas semua yang telah mereka lakukan |
- Greal -
Sumber gambar : Foto sendiri lho ...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar