Selasa, 09 Oktober 2012

Homo Homini Lupus

Homo Homini Lupus : Man is a wolf to [his fellow] man

     Masih ingat pelajaran IPA waktu SD dulu ? dulu, materi pelajaran IPA salah satu materinya meliputi kontruksi teknologi modern yang diadaptasi dari Alam. Seperti binatang, dan beberapa spesies tumbuhan. Adaptasi konstruksi dari binatang misalnya, fondasi jembatan meniru rangka kaki ayam, pesawat terbang meniru rangka burung, dan masih banyak lagi

Setingkat lebih modern- Pada tahun 1935, Percy Shaw menciptakan reflector yang digunakan untuk menandari margin jalan, penemuan Percy Shaw ini terinspirasi dari tapetum lucidum yang sering ditemui pada sel reflector di mata kucing. Dalam buku pelajaran kewarga negaraan kita sering menemukan kalimat “bekerjasama seperti semut”. Ketika pelajaran agama pun kita banyak belajar dari alam seperti perumpamaan seorang penabur, pohon ara di tengah ladang anggur, pokok anggur dan carangnya, serta masih banyak lagi perumpamaan yang terinspirasi dari alam

Sekarang kita lihat karya alam yang menginspirasi temuan modern lainnya, Internet (interconnected networking ) dan jejaring sosial misalnya. Dapat kita lihat jika sistem kerja internet dapat digambarkan menyerupai jaring laba-laba, satu titik berangkaian dengan titik yang lain. Satu individu dihubungkan dengan individu yang lain. Jaring-jaring tak tampak ini meruntuhkan batasan-batasan informasi antar individu (tak terasa kita sudah meninggalkan era surat-menyurat) membuai kita dalam kemudahan berkomunikasi. Sekali lagi alam menginspirasi temuan modern

Kadang kita lupa kalau kita itu satu dengan alam. Kita ada, karena mereka juga ada...

***
 
Semua temuan itu sejatinya telah lama ada. Waktu yang mempertemukan antara manusia dan temuan itu hingga terjadilah “penciptaan”

Newton dan gravitasi misalnya. Jutaan lebih apel telah jatuh jauh sebelum Newton lahir. Hukum gravitasi telah terjadi jauh sebelum Newton ada. Gravitasi adalah hukum terbesar semesta, jauh sebelum Newton menemukannya. Gravitasi, satu dari ratusan temuan besar lainnya. Temuan yang sejatinya telah ada. Manusia tentu bangga atas temuan mereka itu

Kesimpulan yang dapat saya tarik dari semua itu mungkin begini : “Perlukah manusia berbangga atas apa yang mereka rasa ‘baru’?”

Virus itu ... manusia. Mereka belum sadar ...
  
*** 

Dalam dunia sains, manusia bukan makhluk pertama yang menempati bumi. Manusia ada setelah melewati rangkaian evolusi yang panjang. Jutaan makhluk hidup sudah menempati bumi jauh sebelum manusia menguasainya. Kehidupan berlangsung dengan baik jauh sebelum manusia ada. Bumi terus berevolusi, hingga tercipta banyak spesies baru termasuk manusia di dalamnya.

Relasi antara manusia dan mahluk hidup di bumi itu, dapat diumpamakan seperti Negara Api dan ketiga negara lainnya dalam Film Avatar (film animasi Amerika yang ditayangkan oleh Nickelodeon). Coba perhatikan prolog film Avatar berikut: 

Semua berjalan dengan harmoni, hingga suatu ketika semua berubah saat negara api mulai menyerang

Mirip bukan dengan kondisi bumi saat ini? Coba ganti kata “Negara api” dengan “manusia”. Maka kita akan menemukan realita. Satu realita dimana manusia menjadi virus mematikan bagi bumi dan semua mahluk di dalamnya.

Tidak cukup dengan merasa sombong atas apa yang mereka rasa “baru” temukan, manusia mulai merasa derajatnya lebih tinggi dari mahluk yang telah menempati bumi jauh sebelum mereka diam di dalamnya.
 
Puas menaklukan kingdom plantae, manusia beranjak ke kingdom animalia. Setelah itu manusia mulai menyerang sesamanya. Dengan broca area dalam otak mereka, manusia mulai dapat mengungkapkan ide-ide gila untuk menguasai bumi.

Mereka menciptakan sekat bernama “ras” untuk membedakan satu kelompok dengan kelompok lain. Cukup? Saya rasa belum, mereka menciptakan sekat lagi dengan nama “agama” beserta segala aturan di dalamnya.

Mereka mulai saling serang, tanpa mereka sadari kalau sebenarnya mereka satu dengan yang lain, satu dengan semesta ini dan manusia adalah bagian kecil dari sistem semesta yang telah bekerja sejak awal penciptaan

Kelak ketika warna primer bumi bukan lagi hijau, mereka baru sadar ... dan mulai berfikir atas semua yang telah mereka lakukan



- Greal -
Sumber gambar : Foto sendiri lho ...


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar