Seorang sahabatku pernah bilang : "Kamu ini lama-lama seperti balon yang lepas. Pemilikmu pasti bingung ngejar-ngejar kamu". Mendengar itu, aku hanya bisa tertawa. Lucu. Mungkin itu pernyataan yang tepat untukku saat ini. Orang-orang beranggapan aku terlalu bebas. Ya, itulah aku, Balon udara ...
Aku cuma tidak mau diikat dan dijadikan mainan anak kecil. Dibawa lari kesana-kemari. Akhirnya meletus karena ulah mereka. Biar cuma balon, aku juga punya perasaan. Makanya aku lebih pilih bebas
Sekrang aku bisa terbang bebas, tanpa takut satu apapun. Aku lepas, aku bebas. Aku tidak terikat oleh tali manapun, anak manapun. Ya, itulah aku ...
Aku terbang kemana angin membawaku. Tak tentu arah, tak kenal arah. Aku hanya terbang, itu saja. Sahabatku bilang lagi : "Harusnya kau takut. Kau perlu dipegang dan diikat. Di luar sana menakutkan. Kau tak tahu kapan kau akan kehabisan gas. Kau bisa jatuh sewaktu-waktu. Mestinya kau tahu hal itu". Aku takut ? sayangnya tidak. Aku malah bahagia bisa seperti ini
Aku senang bisa berkelana. Sejak penerbanganku yang pertama hingga kemarin, aku sudah bertemu banyak balon. Mereka balon, sama sepertiku. Tidak ada yang spesial. Dua spesies sama yang bertemu. Apa anehnya ?
Dan hari ini aku bertemu lagi dengan satu balon. Namun bukan balon biasa. Ia pesawat Zappelin.
Dewanya para balon ... Ini baru aneh. Ini baru spesial.
- Greal -
Sumber gambar : fatheffalump.wordpress.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar